puisi cinta berujung perpisahan

Puisi cinta yang menuju perpisahan

Memetik bunga ditaman

tak semudah yang aku bayangkan

memetik hati darimu

itu yang kurasakan

tubuh tak berdaya

di hantam luka pedih

yang amat dalam

hati yang sucipun

tak mampu menahan

sepenggal sejarah

ataukah sepenggal kenangan

bekas melekat dihati

terlihat jelas bagi

yang melihatnya

sedih melihat diri

dibutakan perasaan

yang tak pernah dianggap

ribuan kata

ribuan ucapan

ribuan luka

kau mencaci diriku

silat lidah tak bertulang

selentur itu menggeliat

setiap gerakan

membunuh saraf dihati

menggores tajam

tepat hati nurani

diri ingin pulang dikau

namun kau menutup mata

menutup pintu

menutup segalanya

yang dulu sangat leluasa

menelusuri indahnya cintamu

kau buta

kau lupa

kau menghindar

kau menghilang

kau lenyap

kau pergi

sekarang dirimu

telah mendapatkan

tambatan hati yang baru

menaruh harapan

menaruh rasa

menaruh cinta

kepada dirinya

sekarang diriku

tak ada bedanya

bak kapal karang di dalam laut

compang camping penuh karat

terbawa arus

tak menentu arah

terbuang tak dikenang

di huni makhluk

yang mencari keuntungan

tanpa rasa kasihan

kemarin kau datang

tanda sebuah surat

penuh akan hiasan

yang terukirkan namamu

jam

hari

tanggal

bulan

tahun

itu yang kulihat

seringan itu bibirmu berucap

semudah itu lidahmu menancapkan

pisau yang mampu membelah lautan

kata demi kata

kalimat demi kalimat

kau ucapkan

tanpa berpikir

sehina inikah diriku

di matamu

diri tercela

mendengar ucapan

bibir manis nan beracun

dengan tega kau katakan

datanglah ke pernikahanku

dengan berat hati

dengan luka yang sangat perih

dengan harapan

hancur ditelan bumi

dengan tubuh tak berdaya

dengan kenangan

bahagia nan menyedihkan

dengan setengah keikhlasan

aku katakan

aku akan datang

untuk yang pertama

dan yang terakhir

karena kejujuran hati

mengatakan dikau

tanpa dirimu

apa gunanya

tubuh tetap bertahan

mengharapkan kisah

yang tak mungkin terjadi

melihat romeo dan juliet

terucap kata

akulah sang romeo

namun kau

bukanlah juliet

tapi kau adalah

putri salju yang bahagia

selamat tinggal

ku harap kau

juga datang

untuk yang pertama

dan yang terakhir

menyaksikan

diri ini

ditelan bumi

untuk selamanya

terakhir bibir berucap

cintaku padamu

tetap ada di hatiku

 

2 thoughts on “puisi cinta berujung perpisahan

  1. ilham mengatakan:

    kykx bakalan jd pengalaman pribadimu itu kwand

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s