cerpen si marwan

sinar mentari yang sangat terang menyilaukan mata yang terpejam, sinar yang begitu indah membangunkan aku dari lelapnya tidurku, kuterbangun dari mimpiku yang indah, ku membuka mata namun sungguh berat kelopak mata untuk terbuka, ku ucapkan kata yang sangat indah bismillahirohmanirrohim dan terbukalah kelopak mataku.

Dengan berani kutatap saja cahaya sang mentari sebagai tanda syukur kepada sang SANG MAHA KUASA yang telah menciptakan matahari, mengagumi segala ciptaanNya yang indah, dan begitupun ku mengagumi seorang wanita yang saat ini membuat jantung ini berdegub kencang setiap bertemu dengannya, membayangkan diri sedang berduaan dengan dia duduk bersama disuatu taman yang dipenuhi bunga yang bermekaran seolah kagum melihat kemesraan kami berdua. Ketika ku menatap wajahnya yang begitu ayu nan cantik menggoda, belum sempat kumenggenggam tangannya lamunankupun buyar mendengar suara yang memanggil namaku, sepertinya kumengenali suara itu, suara yang selalu kudengar setiap hari, suara yang mampu membuat tubuh yang tadinya lemas dan letih kembali jadi bersemangat, tapi kuberpikir siapakah yang mempunyai suara merdu itu meski hanya telingaku saja yang bisa mendengar kalau suara itu merdu, kembali lagi terdengar suara itu memanggil namaku, dan kini kutahu siapa pemilik suara itu dan dugaankupun benar ternyata itu adalah  suara dari Ibuku yang memanggil-manggil namaku, dengan lantang terucap kata ( MARWAAAAN BANGUUUN CEPAT MANDI TERUS SARAPAN JANGAN LUPA BERESIN KAMARMU DULU DAN JANGAN LUPA KAMAR MANDINYA JUGA DIBERSIHIN) yang artinya aku harus bergegas jika tak ingin melihat ibu berubah menjadi monster yang sangat menyeramkan yang apabila sudah marah maka akan muncul dua tanduk dari kepalanya dan juga muncul dua taring yang sangat panjang dari mulutnya dengan latar belakang yang berubah yang pada awalnya berlatar belakang pemandangan kamarku tiba-tiba menjadi latar belakang pintu neraka dengan api yang berkobar-kobar dibelakangnya dan aku tak ingin itu terjadi, aku tak ingin hari minggu bahagiaku ini berubah menjadi kisah sedih di hari minggu.

Kubergegas beranjak dari tempat tidurku dan kubersekan kamarku yang berantakan, tampak  begitu banyak sampah dikamarku dan aku heran ini kamar atau TPA( Tempat Pembuangan Akhir )sampah bungkusan snack-snack dan botol minuman kaleng berserakan dimana-dimana bekas menonton pertandingan sepak bola semalamam, tak kubayangkan segitu banyaknya sampah dikamarku, apajadinya jika ibu melihat ini, pasti aku sudah dicincang-cincangnya pake pisau plastik. dan masih kuingat dengan jelas kalau tadi malam tim sepak bola andalanku menang melwan tim lawan sehingga berhasil membawa tim andalanku menuju kepertandingan selanjutnya untuk menghadapi tim berikutnya yang akan menentukan siapakah yang akan menuju final.

Setelah selesai membereskan kamarku dan membersihkan semua sampah-sampah kini saatnya kumenuju ketingkat yang selanjutnya yaitu mandi. Bicara soal mandi sepertinya itulah yang saat ini aku butuhkan karena keringat yang membasahi tubuhku ini sudah mulai mengeluarkan bau yang sangat busuk sehingga kuteringat salah satu lagu dari suku bugis yaitu (samanna ma’bau bembe yang artinya, sepertinya bau kambing) tapi menurutku kambing masih lebih harum ketimbang tubuhku saat ini karena jangankan kambing lalat yang melintas didekatkupun langsung meninggal dikarenakan bau tubuhku. aku tak ingin berlama-lama dikamarku, aku harus segera keluar dan pergi ke kamar mandi, aku tak ingin cat kamarku yang tadinya putih cerah tiba-tiba berubah menjadi hitam kusam.

Setelah mandi dan membersihkan kamar mandi kini tiba saatnya saat yang paling kusuka dan kunanti-nantikan yaitu sarapan, aku telah membayangkan sarapanku pagi ini. aku membayangkan nasi goreng seafood dengan warna dan aroma yang sangat menggoda dan ditemani segelas jus jeruk yang segar, bisa kurasakan begitu legitnya daging cumi-cumi dan gurihnya si udang yang mampu menghipnotis diriku dan setelah kusantap maka akan kuakhiri dengan meminum segelas jus jeruk yang mampu melepas dahagaku dan membasahi tenggorokanku yang kering karena kelelahan habis beres-beres kamar tidur dan kamar mandi. Tak sabarku ingin menyantap sarapanku, tanpa berpikir panjang kulangsung pergi keruang makan dengan dandananku yang masih memakai handuk dan rambut yang masih basah oleh air, kuberlari menuju ruang makan dengan perasaan yang senang dan tak sabar untuk mengisi perut yang kosong namun tiba-tiba ketika aku berlari, aku tak sadar kalau kaki masih basah dan berlari di atas lantai yang baru saja dipel sehingga sebuah insidenpun terjadi, akupun terjatuh dengan mendarat pantat menyentuh lantai duluan dan aku berteriak Aaaaaaaaaaaakkk……… sampai-sampai semua penghuni rumah terkejut mendengar suaraku yang keras, dan akhirnya seluruh anggota keluargakupun berkumpul untuk melihat keadaanku, dan bisa kulihat  waktu itu ada ibuku, ayahku, kakakku, dan sepupu perempuanku yang menginap dirumahku, bukannya menolongku yang kesakitan mereka malah teratawa melihatku, mau gimana lagi aku harus menanggung malu.

Akhirnya setelah puas menertawaiku kakakkupun membantuku untuk berdiri namun tidak cukup  samapai disitu saja kesialan yang kualami, baru lima menit kuterjatuh aku kembali sial, ketika aku berdiri tiba-tiba saja handuk yang kukenakan melorot  sehingga tampaklah si burung rajawali yang akan terbang dari sangkarnya, yang membuatku lebih malu lagi, ternyata sepupu perempuanku tepat berada didepanku sehingga lengkaplah kesialanku.

dengan wajah memerah karena malu akupun beranjak ke ruang makan tapi ternyata aku menangis setibanya aku di meja makan, nasi goreng seafood yang ku nanti-nantikan ternyata cuma berupa dua potong martabak manis yang dibeli kakakku semalam dan cuma di temani dengan segelas teh hangat.

bersambung…….. nantikan cerita selanjutnya, pasti bakalan lebih seru dan konyol… daaaahh…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s