penyesalanku

anak cucu adam dan hawa sedang bercengkrama

saling bertutur kata yang tak berguna

saling menatap tanda nafsu sedang bergelora

masih tersimpan rasa malu rupanya

diantara banyaknya tubuh-tubuh yang berlalu lalang

berkumpul bersama teman melupakan kewajiban

ingat shalat ingat ibadah

seolah terlupakan ditutupi canda ria yang penuh akan celaan

atau penuh bisikan  oleh para setan

yang bergentayangan di kepala dengan ribuan

bahkan jutaan tipu daya

kasihan anak cucu adam

yang diperalat iblis

otak sudah rusak tak tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik

di pinggir jalan di dalam ruangan

semuanya tak luput oleh permainan setan

hanya hati dan batin yang kuat mampu bertahan

nongkrong bahasa muda

bercengkrama tak tentu arah

pakaian compang camping tak karuan

menganggap itu model zaman sekarang

ke elokan daging terbungkus kulit yang mulus

dianggap hal yang wajar bagi mereka

kasihan anak cucu adam

para wanita di perbudak

sungguh hina terasa batin hawa disana

wanita tak tahu berpakaian

pria mengambil kesempatan

sentuh sedikit tak mengapa

sungguh meraja lelalah si betis berambut

setiap hari nyawa tak bersalah melayang

oleh ulah orang tak bertanggung jawab

benih yang tumbuh subur namun tak disengaja

pemilik kebun tak siap menerima

maka lenyaplah si benih subur

satu lagi nyawa tak bersalah lenyap

siapa yang salah

siapa

apakah aku

kamu

ataukah dia

tidak ada yang tahu

kecuali yang menciptakan seluruh alam semesta beserta isinya

wanita dan pria

diciptakan berpasangan

namun tak jarang  itu dianggap sebuah kebebasan

pemuda pemudi

pemuda yang penuh akal dan tipu muslihat

dengan mudah memperbudak dan membodohi pemudi

wanita haus akan pujian dan ucapan manis

namun terkadang mereka tidak tahu

kalau setiap pujian dan ucapan hanyalah trik untuk mendapatkan yang lebih

pernahkah sejenak berpikir

bertanya kepada hati nurani

apa yang terbaik yang harus kulakukan

apakah harus ikut dengan pergaulan yang tak semestinya

atau merenung dan meminta petunjuk kepada sang maha kuasa

apakah orang yang telah mendidik kita sejak kecil

juga suka akan apa yang kita lakukan

apakah karena mereka amatlah terlalu sangat sayang

sehingga setiap ucapan dan keinginan dituruti

padahal mereka sendiri tak menginginkan itu

namun demi rasa sayangnya

mereka rela mengatakan iya

namun apa yang terjadi ketika sudah melebihi batas

hanya mampu membuat mereka menetaskan air mata akan segala kelakuan yang telah berlebihan

sadarlah

ingat mereka yang telah membesarkanmu

ingat yang telah memberikanmu kehidupan di dunia

sadarlah

sadar

sadar..

sebelum terlambat…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s